PENGAMBILAN SUMPAH JANJI DAN PELANTIKAN 6 ( ENAM ) KEPALA KAMPUNG TERPILIH PERIODE 2020 – 2025

Pelantikan Kepala Kampung

Pelantikan Kepala Kampung bertempat di Gedung silas papare Serui, pada hari Jumat 24 Januari 2019 yang dilantik oleh wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Frans Sanadi, B.Sc, S.Sos, M.Ba, sekaligus menyamatkan tanda kepada enam kepala kampung dari dua Distrik yaitu wilayah Distrik kepulauan Ambai, lima kampung antara lain Kepala Kampung Kawipi Isak L. Oropa, Kepala Kampung Adiwipi Daud Wanggai, Kepala Kampung Ambai I Edison Numberi , Kepala Kampung Saweru Titus Jhon Karuri, dan Kepala Kampung Umani Penehas Warisal. Sementara dari wilayah Distrik Kurudu satu Kampung yaitu Kepala Kampung Andesaria Roy Yusuf Umbora.
Wakil Bupati melantik para Kepala Kampung disertai sumpah janji jabatan yang didamping oleh para rohaniawan dari kementrian agama Kabupaten Kepualauan Yapen.

Sambutan Wakil Bupati

Dalam sambutan bupati yang dibacakan oleh wakil bupati bahwa, keenam figur kepala kampung yang dilantik hari ini, tentunya terpilih atas kehendak masyarakat oleh karena kecakapan serta kompetensi yang dimiliki sesuai ketentuan yang berlaku, begitu juga dapat dipercaya untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan diwilayah kampung dengan penuh rasa tanggung jawab.
Lanjut Frans dalam sambutan yang dibacakan, beliau juga memesan kepada seluruh kita semua agar pelantikan hari ini dapat diterima, dihormati dan disikapi dengan baik, serta berikan semangat dan dukungan kepada enam kepala kampung yang baru ini, sehingga mereka mampu bekerja dan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai yang kita inginkan bersama.
Rasa bangga dan sukacita, pastinya dialami oleh keenam kepala kampung yang dilantik hari ini, dan itu adalah hal yang manusiawi, tapi perlu diingat, bahwa dibalik rasa kebanggaan dan suka cita itu saudara – saudara dituntut untuk melaksanakan tugas – tugas yang semakin kompleks dan berat 6 tahun kedepan, salah satunya yaitu pengelolaan dana desa yang harus benar – benar mengarah untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kampung. Lanjut wakil bupati diera kepemimpinan saudara – saudara permasalahan yang sering muncul dalam pengelolaan dana desa, mampu diminimalisir bahkan tidak lagi terjadi, seperti ; keluhan dari masyarakat tentang dana desa yang digunakan tidak sesuai peruntukannya, dana desa yang hanya dinikmati oleh golongan atau kelompok masyarakat tertentu, serta pertanggungjawaban yang masih menyimpang dari ketentuan yang berlaku. (Kominfo/Awk)

Author: Lukas Awaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *